Selasa, 06 September 2016

Manfaat Lengkuas Lada dan Pala



Lengkuas (Alpina galanga)
Lengkuas bisa ditanam di daerah dengan ketinggian 1-1.200 meter di atas permukaan laut. Orang Sunda biasa menyebutnya dengan nama laja.
Kita mengenal 2 jenis lengkuas, yaitu lengkuas merah dan lengkuas putih. Lengkuas putih biasa digunakan sebagai penyedap masakan, lengkuas merah bisa digunakan sebagai obat-obatan tradisional.
Lengkuas berkhasiat untuk mengobati reumatik, panu, sakit limpa, morbili, membangkitkan gairah seks, bronchitis dan menambah nafsu makan.

Pala (Myristica fragrans)
Tanaman pala tingginya lebih kurang mencapai 10 meter. Tanaman ini memiliki batang tegak, berkayu dan berwarna putih kotor. Daunnya berbentuk lonjong dengan pangkalnya meruncing dan berwarna hijau mengkilat.
Bunga jantan berwarna kuning dan berbentuk bola. Bijinya kecil berbentuk bulat telur, selubung biji berwarna merah dan bijinya berwarna hitam kecoklatan.
Selubung biji buah, biji dan kulit buah dari tanaman pala memiliki khasiat untu mengobati disentri, rematik, maag, perut kembung, mencret, mual, sulit tidur pada anak-anak dan menghentikan muntah.

Lada (Piper nigrum)
Lada merupakan tanaman herba tahunan yang tubuh memanjat. Batangnya berwarna hijau kotor, berbentuk bulat, beruas dan memiliki akar pelekat.
Daunnya tunggal, berbentuk bulat telur dengan ujung meruncing. Panjang daun 5-8 cm dengan lebar 2-5 cm. Lada mengandung senyawa minyak atsiri, minyak lemak, pinena, zat pahit, kariofilena, piperidina, limonene, kavisina, filandrena, piperina dan alkaloid.
Buah lada berguna untuk mengobati disentri, sakit kepala, kolera, selesma, kaki bengkak pada wanita hamil, rematik dan nyeri haid.
Daun lada bisa digunakan untuk mengobati penyakit batu ginjal. Lada dalam obat tradisional dibedakan menjadi dua, ada lada hitam (tidak dikupas) dan lada putih (buah sudah masak dikupas.

Tidak ada komentar: