Selasa, 06 September 2016

Manfaat Kunyit Temulawak dan Tempuyung



Kunyit (Curcuma domestica)
Kunyit merupakan tanaman rempah dan obat asli wilayah Asia, khususnya Asia Tenggara. Tanaman kunyit kemudian menyebar ke daerah Malaysia, Indonesia, Australia dan Afrika.
Hampir setiap orang Indonesia pasti pernah mengkonsumsi kunyit, baik itu sebagai bumbu masakan, jamu maupun untuk keperluan kesehatan dan kecantikan.
Tanaman kunyit mengandung senyawa kurkuminoid yang memiliki khasiat sebagai obat. Kunyit berkhasiat untuk mengobati penyakit diabetes mellitus, morbili, tifus, berak lender, usus buntu, amandel, disentri, memperlancar ASI, sakit keputihan, perut mulas saat haid, dan membantu melancarkan haid.

Temulawak (Curcuma xanthorrhiza)
Temulawak bisa ditemukan di hutan daerah tropis atau perkebunan warga. Temulawak bisa tumbuh baik mulai dari dataran rendah sampai dengan ketinggian 1500 meter di atas permukaan laut.
Batang tanaman temulawak bisa mencapai 2 meter, daunnya lebar dan panjang. Rimpang temulawak sudah terkenal dan biasa digunakan sebagai ramuan obat.
Rimpang temulawak mengandung kurkumin yang bermanfaat sebagai acnevulgaris, anti inflamasi dan anti anti hepototoksik.
Khasiat temulawak yaitu untuk mengobati sakit limpa, sakit kepala, sakit ginjal, asma, sakit pinggang, masuk angin, sariawan, penambah nafsu makan, sembelit dan cacar air.

Tempuyung (Sonchus arvensis)
Tanaman tempuyung berasal dari daratan Eurasia, tepatnya pada daerah yang sering hujan dengan ketinggian 50-1.650 meter di atas permukaan laut.
Ada dua jenis tempuyung, tempuyung yang berdaun kecil disebut lempung, sedangkan yang berdaun besar dan tingginya mencapai 2 meter disebut rayana. Meskipun rasanya pahit, daun dan batang muda dari tempuyung bisa dimakan sebagai lalap.
Tempuyung berkhasiat untuk mengatasi batu saluran kencing, batu empedu, bisul, luka bakar, radang usus buntu, rematik, radang payudara, memar, disentri, darah tinggi, wasir, dan beser mani.

Tidak ada komentar: